PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Sejumlah ulama di Palembang Sumatera Selatan meradang mengecam keras aksi premanisme pemburan tabliq akbar di Pemalang Jawa Barat. aksi ormas tersebut dapat dinilai ulam sumsel dapat memecah belah perdamaian bangsa.
Ratusan masyarakat Sumsel bersama ulama Sumatera Selatan melakukan aksi pernyataan sikap terhadap tindakan premanisme yang dilakukan ormas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabillah atau PWI-LS yang membubarkan tabliq akbar habib Riziq Shibab di pemalang jawa tengah beberapa waktu lalu.
Habib Gasyim Alkaf Ulama Sumsel menyampaikan pembubaran taqbir akbar oleh sejumlah ormas dinilai harus menjadi perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum serta meminta untuk ormas tersebut dibubarkan karena mengganggu ketertiban dan perdamaian.
“Jadi perlu kita ingat kembali semua gerakan ulama kita itu untuk mengajak persatuan dan kesatuan. Ulama ini ada bermacam-macam ada yang keras, ada yang lemah lembut, jadi kalau kita mengatakan ulama dalam Al-Quran mereka adalah pewaris para Nabi. Dan dijelaskan dalam Al-Quran sifat Nabi tegas, jadi harus tegas dalam menghadapi ke maksiatan, ke zoliman, kemankiran dan kemunkaran harus tegas meski resikonya berat,” kata Habib Gasyim.
🔴 Pernyataan Keras Habib Hasyim Alkap :
“Mungkin orang-orang yang tidak paham agama lalu memimpin satu organisasi keagamaan, lalu menuduh-nuduh yang lain salah, padahal sesungguhnya meraka yang salah, bahkan minta maaf mereka yang justru tidak sholat saja tidak pernah. Ini ada upaya untuk mengacaukan NKRI, mereka tidak suka kalau NKRI ini berjalan dengan “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”,” pungkas Ulama Sumsel ini.
Habib Gasyim Alkaf Ulama Sumsel mengajak para ulama dan masyarakat untuk merapatkan barisan, untuk cinta NKRI. Siapa yang cinta NKRI adalah mereka yang beriman dan bertaqwa kepada Allah S.W.T.
Sementara itu anggota DPRD Kota Palembang Syaiful Padli menyampaikan banyak persoalan yang diselesaikan di negeri ini, maka apabila ada kelompok yang akan memecah belah maka masyarakat akan bertindak melawan hal tersebut.
“Yang pertama kita harus meyakini masih banyak persoalan yang jauh lebih penting di negeri ini, soal kemiskinan, soal pengangguran. Jadi kalau hari ini masyarakat ini sudah dibina dibimbing dengan baik oleh para ulama dan ustad kita. Maka apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah persatuan umat ini, maka saya yakin masyarakat sendiri akan berontak. Maka jangan sampai sekali lagi bahwa ini memicu terjadinya konflik internal antar masyarakat itu sendiri,” ungkap Syaiful Padli.
🔴 Respon Anggota DPRD Palembang :
“Kedua kami Alhamdulillah diajak hari ini untuk bersama-sama dengan para ulama kita. Jadi ini artinya ada keinginan dari para ulama kita ini meluruskan, bahwa apa yang dilakukan oleh ulama kita para habaib Ustaz kita di Kota Palembang, Sumatera Selatan zero konflik. Jadi jangan dilupakan peran dari ulama jangan dilupakan daripada Ustaz, kejadian yang ada di luar bisa menjadi perhatian upaya tidak terjadi di Sumatera Selatan khususnya kota Palembang,” pungkas Politisi PKS Palembang tersebut.
Selain di pemalang jawa tengah seorang warga palembang atas nama herman jaya mendapat teror dari sejumlah oknum ormas tertentu yang mengancam akan membubarkan seluruh pengajian yang ada di kota palembang.
Laporan : Dede Sunarya












