OGAN ILIR, Catatan Jurnalist – Universitas Sriwijaya (Unsri) terus mendorong inovasi produk pangan lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan pangan di tingkat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Unsri, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan pelatihan pengolahan cookies dan kue telur gabus berbasis tepung beras kepada UMKM Bunda Mirna di Desa Beti, Kabupaten Ogan Ilir.
Pelatihan ini diarahkan untuk membantu UMKM mengembangkan produk pangan rendah gluten dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selama ini, produk rendah gluten yang dikembangkan UMKM Bunda Mirna lebih banyak menggunakan tepung mocaf.
Ketua tim pengabdian, Citra Pratiwi Prayitno, mengatakan penggunaan tepung beras diharapkan dapat memperluas pilihan bahan baku sekaligus membuka peluang pengembangan varian produk baru.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap UMKM Bunda Mirna dapat semakin mengembangkan produk rendah glutennya dengan memanfaatkan tepung beras, sehingga tidak hanya menggunakan tepung mocaf,” kata Citra, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, tepung beras memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk pangan. Pemanfaatannya juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi pangan dan dapat meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan lokal.
Sementara itu, anggota tim pengabdian, Citra Defira, M.Si., menjelaskan bahwa pengolahan tepung beras membutuhkan formulasi dan teknik yang tepat agar menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.
“Pemanfaatan tepung beras yang tepat sangat menentukan karakteristik produk, mulai dari tekstur, rasa, warna, aroma hingga daya simpan,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unsri tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga mengajak pelaku UMKM melakukan praktik secara langsung.
Peserta diberikan pemahaman mengenai potensi tepung beras sebagai bahan diversifikasi pangan rendah gluten, karakteristik bahan, hingga prinsip pengolahan cookies dan telur gabus.
Setelah mendapatkan materi, peserta langsung mempraktikkan proses pembuatan kedua produk, mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga produk siap dikemas.
Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti materi dan terlibat dalam setiap tahapan praktik pengolahan.
Melalui kegiatan ini, UMKM Bunda Mirna diharapkan mampu menambah varian produk, meningkatkan kualitas olahan, serta menghasilkan produk pangan berbasis bahan lokal yang memiliki daya tarik dan nilai jual lebih tinggi.
Kegiatan pengabdian tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Unsri dalam mendorong pengembangan UMKM melalui penerapan inovasi teknologi pangan dan pemanfaatan potensi bahan pangan lokal di Kabupaten Ogan Ilir.










