JAKARTA, Catatan Jurnalist — Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, mencermati perkembangan situasi keamanan di Lebanon di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah yang berdampak pada warga negara Indonesia (WNI) di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, saat ini terdapat 934 WNI di Lebanon. Jumlah tersebut terdiri dari 756 personel yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) serta 178 warga sipil.
Pemerintah memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan berada dalam pemantauan intensif Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Meski demikian, Yudha menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menyusun rencana kontingensi guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Keselamatan WNI di luar negeri harus menjadi prioritas utama negara, terutama di tengah situasi konflik bersenjata yang masih berpotensi meningkat sewaktu-waktu,” kata Yudha kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Baca juga : Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Kecam Serangan dan Desak Investigasi Internasional
Ia juga mendorong pemerintah Indonesia untuk terus aktif menyuarakan upaya deeskalasi konflik melalui jalur diplomasi damai di berbagai forum internasional.
Di sisi lain, pemerintah tetap diminta menyiapkan skenario terburuk sebagai langkah antisipasi apabila situasi keamanan di Lebanon memburuk secara signifikan.
Sementara itu, upaya meredakan konflik mulai dilakukan. Pihak Lebanon dan Israel dikabarkan telah sepakat melakukan negosiasi langsung setelah dialog awal yang dimediasi Amerika Serikat di Washington DC pada Selasa (14/4/2026).(Red)














