PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus meluas. Titik kebakaran bermunculan di sejumlah wilayah, dengan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah yang mendapat penanganan intensif Tim Manggala Agni.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, dalam laporannya Hingga Rabu (12/8/2026) pagi, rencana operasi pemadaman darat menyebutkan sejumlah titik karhutla masih dalam kondisi belum padam dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Di Kabupaten Muba, tim Manggala Agni Daops Sumatera XV dikerahkan ke Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir. Kebakaran di wilayah tersebut telah memasuki hari keempat.
Satu regu diterjunkan ke titik pertama, sementara satu tim lainnya ditempatkan di titik kedua. Kedua lokasi tersebut dilaporkan masih belum padam.
Penanganan juga dilakukan di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lawang Wetan. Satu tim Manggala Agni diterjunkan untuk mengendalikan api yang hingga kini belum berhasil dipadamkan.
Banyuasin, Karhutla Masuk Hari ke-12

Karhutla yang berlangsung lebih lama terjadi di Desa Lebong, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin.
Kebakaran di wilayah tersebut telah memasuki hari ke-12. Satu tim Manggala Agni masih berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.
Lamanya proses penanganan menunjukkan besarnya tantangan di lapangan, terlebih kondisi cuaca yang kering dan karakteristik lahan yang mudah terbakar.
OKI Jadi Salah Satu Titik Terparah
Kabupaten Ogan Komering Ilir juga menghadapi sejumlah titik karhutla yang tersebar di beberapa kecamatan.
Di Desa Sungai Menang, Kecamatan Sungai Menang, satu regu Manggala Agni dikerahkan untuk menangani kebakaran yang telah memasuki hari kedua.
Kondisi serupa terjadi di Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan. Satu regu diterjunkan dan api masih belum berhasil dipadamkan.
Baca juga:
Pemadaman juga berlangsung di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Lubuk. Kebakaran yang memasuki hari kedua tersebut masih membutuhkan penanganan petugas.
Sementara di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Manggala Agni mengerahkan kekuatan lebih besar dengan menurunkan dua regu. Api di lokasi tersebut juga masih belum padam.
Personel Dikerahkan ke Wilayah Rawan
Untuk mengantisipasi karhutla yang terus meluas, Manggala Agni memperkuat kesiapsiagaan personel di sejumlah wilayah operasi.
Di wilayah Daops Sumatera XIV/Banyuasin, dua regu disiagakan di wilayah Ogan Ilir. Selain itu, dukungan personel juga berasal dari satu regu BKO Muara Tebo dan satu regu dari Lahat.
Tim pemadam terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.
Meluasnya karhutla menjadi perhatian serius karena Sumatera Selatan tengah berada dalam periode musim kemarau. Kondisi lahan yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko munculnya titik kebakaran baru.
Manggala Agni bersama unsur terkait terus memperkuat operasi darat untuk menekan penyebaran api. Pemadaman juga diikuti dengan pemantauan terhadap wilayah rawan guna mendeteksi sedini mungkin potensi kebakaran baru.











