BEKASI, Catatan Jurnalist — Pemerintah pusat mempercepat transformasi pengelolaan sampah menjadi energi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Rabu (21/1/2026).
Peninjauan ini menandai keseriusan pemerintah dalam menjawab persoalan darurat sampah di wilayah Bekasi dan Jakarta melalui pendekatan teknologi ramah lingkungan berbasis waste to energy (WTE).
Menko Pangan memastikan proses pembangunan PSEL Kota Bekasi berjalan sesuai tahapan, termasuk pembebasan lahan. Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare yang dinyatakan layak secara teknis.
“Insya Allah pada 2027 PSEL Kota Bekasi bisa diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Zulkifli Hasan optimistis.
Saat ini, timbulan sampah Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Dari jumlah tersebut, PSEL diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.229 ton sampah per hari, sekaligus menghasilkan energi listrik dan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Tak hanya Bekasi, kawasan Bantar Gebang juga disiapkan sebagai simpul pengolahan sampah regional. Dalam kesempatan yang sama, Menko Pangan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto meninjau lokasi rencana PSEL milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada di kawasan berdekatan.

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan lahan seluas 9,6 hektare dengan rencana groundbreaking pada Mei 2026. Volume sampah Jakarta sendiri tercatat mencapai 8.500 ton per hari, menjadikan proyek PSEL sebagai kebutuhan mendesak.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menko Pangan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Zulkifli Hasan menegaskan persoalan sampah di Bekasi dan Jakarta tidak bisa lagi ditangani secara parsial.
“Penanganan sampah di Bekasi dan Jakarta sudah berada pada kondisi darurat. Harus ditangani secara serius dan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya.
Dengan hadirnya PSEL di Bantar Gebang, pemerintah berharap persoalan sampah tidak hanya tertangani secara berkelanjutan, tetapi juga memberi nilai tambah berupa energi listrik, sekaligus mendukung agenda transisi energi dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Rilis – Kemenko Pangan RI














