PALEMBANG, Catatan Jurnalist —Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan masih berpotensi mengalami hujan dalam beberapa hari ke depan, meski saat ini telah memasuki musim kemarau.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan hujan yang diperkirakan terjadi umumnya berintensitas ringan hingga sedang serta bersifat lokal.
Menurutnya, potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang masih aktif di wilayah Sumatera. Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer dan hasil pemodelan cuaca, kondisi itu dipicu oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di Sumatera bagian utara, intrusi udara kering di Sumatera bagian selatan, serta pola sirkulasi angin di perairan barat Sumatera Utara.
Kombinasi berbagai faktor tersebut masih mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, meski musim kemarau telah mulai berlangsung.
Sinta menjelaskan, hujan pada musim kemarau memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan musim penghujan. Curah hujan cenderung lebih rendah, berdurasi singkat, dan tidak terjadi secara merata.
“Pada musim kemarau, intensitas hujan mulai menurun. Hujan yang terjadi umumnya berintensitas ringan hingga sedang, berdurasi pendek, dan hanya terjadi di beberapa wilayah,” ujarnya.
Meski berlangsung singkat, hujan yang masih turun dinilai memberikan sejumlah manfaat. Selain membantu menurunkan suhu udara yang terasa lebih panas dalam beberapa pekan terakhir, hujan juga dapat mengurangi debu dan polusi di udara.
Curah hujan tersebut juga membantu menjaga kelembapan lahan sehingga berpotensi menekan munculnya titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, mengingat kondisi cuaca pada masa peralihan musim masih dapat berubah dengan cepat.










