Butuh Biaya Operasi Korban Jalan Ambruk Butuh Uluran Biaya Berobat

BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Meski telah mendapat perawatan di rumah Sakit, Yani (57) Warga lorong Musi Jaya RT.006/002 Desa Marga Sungsang kecamatan Banyuasin II kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan korban jalan ambruk di Desa Marga Sungsang beberapa hari yang lalu, hingga kini masih  sakit dan terbaring lemah di rumahnya.

Menurut keterangan Marini (40) anak korban, akibat kejadian itu (Jalan Ambruk) Yani yang sudah dirujuk ke Rumah Sakit di Palembang terpaksa dibawa pulang kerumah, karena pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk operasi sekitar Rp 16 juta. Pada saat itu kartu layanan kesehatan milik Yani berstatus tidak aktif.

“Saat itu pihak Rumah Sakit melakukan tindakan menjahit kepala korban dengan biaya Rp 4.900.000,- (Empat Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah) sebanyak 15 jahitan, sedangkan untuk biaya penginapan gratis selama 3 hari 2 malam,” ungkap Marini, Minggu (13/04/2025).

Foto : Berkas jahitan pada bagian kepala Yani korban Jalan Ambruk Desa Marga Sungsang

Ketua Rukun Tetangga (RT), Ira Rahayu menuturkan bahwa sebelumnya korban sempat dibawa kerumah sakit Palembang. Namun harus ditunda karena keterbatasan biaya.

“Setelah di periksa korban harus di operasi. Namun karena membutuhkan biaya operasi yang cukup besar, maka korban dan keluarga memutuskan untuk sementara waktu di rawat di rumah sambil menunggu uluran tangan dermawan untuk biaya pengobatan. Korban termasuk dari keluarga kalangan kurang,” kata Ira.

Baca juga :

Ira menambahkan bahkan untuk biaya awal masuk rumah sakit kemarin saja di bantu oleh pihak pemerintah kabupaten Banyuasin melalui pemerintah Desa Marga Sungsang.

‎”Alhamdulillah kemarin waktu terjadi ambruk jalan itu, pembiayaan warga kami dibantu oleh Pak Kades,” imbuh Ira.

Foto : Komunitas Motor Buka Donasi Bantu Korban Jalan Ambruk Sungsang

Prihal ini mendampat perhatian dari Komunitas motor yang ada di Sungsang, Ramayana Ketua Yamaha Aerox Club Indonesia Sungsang ini berinisiatif menggalang dana untuk membantu perobatan Yani.

‎”Kami dari Komunikasi Yamaha Aero Club Indonesia (YACI) Sungsang merasa prihatin dengan kondisi ibu Yani yang saat ini masih terbaring sakit.  Bekerja sama dengan komunitas Ojek Pangkalan Sungsang (KOPAS) kami berupaya menggalang dana membuka open donasi untuk saudara Yani agar bisa digunakan berobat di Rumah Sakit,” ungkap Ramayana.

‎”Mohon keikhlasan Bapak/Ibu/Sdr/i memberikan bantuan dana sehubungan dengan musibah yang menimpa saudara kita,” ungkap Rama saat di hubungi catatanjurnalist.com via selulernya.

‎Rama menyebutkan, Yani sekarang memang dalam kondisi kurang mampu. Dengan adanya donasi dari dermawan, bisa meringankan beban biaya yang menjadi kendala untuk berobat.

‎”Seperti yang kita ketahui, bahwa keadaan ekonomi dari beliau adalah kurang mampu, maka dengan ini kami memohon bantuan bantuan dana kepada Bapak/Ibu/Sdr/i guna meringankan beban dari Saudara kita,” harapnya.

‎Bagi yang ingin berdonasi, bisa melalui rekening Bank Sumsel Babel

‎No. Rekening  177 01000505 An.Suharianto dan bisa mengkonfirmasi nara hubung, dengan nomor Hp (+62 813-6748-0059.) “Atas partisipasinya kami ucapkan terimakasih,” imbuhnya.

‎Laporan : Hamkah

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. aturannyo camat harus segera ikut andil desak kepala desa buat surat pengantar lalu pihak kecamatan bawak ke kabupaten untuk minta bantuan ke pihak kabupaten terutama dinsos serta juga pak bupati atau DPRD

    amen cak ini kejingoan nian kurangnya perhatian dari pemerintah setempat

Liputan Terkini