PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Selatan, Alwis Gani, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dan tidak dihentikan secara keseluruhan. Menurutnya, penghentian sementara hanya diberlakukan terhadap satuan pelayanan atau dapur yang ditemukan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Alwis menjelaskan, evaluasi dilakukan secara berkala terhadap pelaksanaan program MBG, terutama terkait aspek sanitasi dan kelayakan tempat pengolahan makanan. Jika ditemukan pelanggaran atau kondisi yang tidak sesuai aturan, maka operasional dapur tersebut akan disuspensi sementara hingga dilakukan perbaikan.
“Yang dihentikan sementara itu hanya yang memiliki masalah dan tidak memenuhi standar. Mereka diminta melakukan perbaikan terlebih dahulu. Jika sudah memenuhi ketentuan, operasionalnya bisa dibuka kembali,” ujar Alwis, Jumat (19/06/2026).
Ia mengungkapkan, di Kota Palembang terdapat beberapa dapur MBG yang sempat disuspensi karena persoalan sanitasi dan fasilitas pencucian yang dinilai belum layak. Namun, langkah tersebut bukan merupakan penutupan permanen.
“Misalnya saat dilakukan pemeriksaan ditemukan proses pencucian atau sanitasi yang tidak sesuai standar, maka sementara dihentikan sambil dilakukan pembenahan. Setelah diperbaiki dan dinyatakan layak, kegiatan kembali berjalan,” katanya.
Alwis juga menanggapi isu yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis akan dihentikan pemerintah. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan telah dibantah langsung oleh Hashim Djojohadikusumo.
Adik Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak akan ditutup maupun dihentikan. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait kabar penghentian program unggulan pemerintah tersebut.
“Program MBG tetap berjalan. Yang ada hanyalah evaluasi terhadap pelaksanaannya agar kualitas makanan, kebersihan, dan keamanan yang diterima masyarakat tetap terjaga,” tegas Alwis.(ADV)














