PULAU DOOM, Catatan Jurnalist — Gerakan peduli lingkungan dilakukan puluhan mahasiswa dari Fakultas ilmu sosial dan politik (Fisip) Jurusan ilmu pemerintahan Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menyososialisasikan pengelolaan sampah organik dan anorganik di pulau Doom Sorong Papua Barat Daya.
Ketua tingkat mahasiswa ilmu pemerintahan semester 6 Angkatan 2022 Halizah Ayswara, menyampaikan sosialisasi mengenai sampah anorganik di pulau Doom sesuai arahan Dosen mata kuliah studi Organisasi guna menunjang Tugas akhir semester (TAK).
“Sebagai tindakan nyata olah mahasiswa untuk mewujudkan pengajaran, penelitian,dan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi,” ucapan Halizah Ayswara kepada wartawan catatanjurnalist.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/7/2025).
Halizah Ayswara dalam penyampaian materinya terkait sampah tersebut menjelaskan, pengolahan sampah sesungguhnya masalah krusial di Papua Barat Daya. sehingga kami mahasiswa ilmu pemerintahan dari kampus universitas Muhammadiyah Sorong memberikan edukasi serta pemahaman para masyarakat Pulau Doom, agar dapat mengelola sampah organik dan anorganik di lingkungannya dengan baik.
Markus Yekswan, perwakilan mahasiswa ilmu pemerintahan Fisip menyarankan para masyarakat mengelolah sampah yang benar demi kehidupan sosial yang harmonis.
“Lingkungan bersih dan bebas dari berbagai gangguan kesehatan, bak fisik, kimia, maupun biologis. Mendukung terciptanya kesehatan individu dan masyarakat, serta hindari sumber penyakit pencemaran lingkungan ekosistem keindahan,” katanya Markus.
Fahrizal Fesanrey, salah satu mahasiswa yang hadir dalam momen itu, mengutarakan pentingnya penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) di titik sentral. Lebih dari itu kembali kepada kesadaran moral masyarakat itu sendiri. Peran pemerintah khusus dinas lingkungan hidup (DLH) provinsi Papua Barat Daya mengambil kebijakan, program kegiatan lingkungan hidup lebih mengedepankan.
Dosen pengampu mata kuliah Studi organisasi Fauziah Saragih menyampaikan harapan penting para pemerintah provinsi Papua Barat Daya bahwa semoga perhatian keseriusan. Untuk penyediaannya tempat sampah agar mudah diakses oleh masyarakat Pulau Doom.
Ia menegaskan Pulau Doom, bukan hanya pulau kecil di kota Sorong. Melainkan menyimpan sejak sejarah masa lalu, pandangan laut yang indah suasana yang tenang. Pengunjung dapat merasakan kehidupan masyarakat dan melihat langsung aktivitas sehari-hari mereka.
“Tugas akhir semester menjadi prioritas utama oleh mahasiswa.melainkan melalui sosialisasi memberikan pemahaman para masyarakat Pulau Doom tentang dampak buruk sampah. Yang tidak dikelola dengan baik terhadap lingkungan dan kesehatan,” tukasnya.
Sampah organik dan anorganik, sebagai bentuk penyakit bagi ekosistem alam serta manusia di dunia. Melalui sosialisasi ini membawa dampak positif untuk masyarakat cerdas cermat menjadikan kota Sorong sebagai surga kecil dari perserakah sampah,”tutupnya.
Laporan : Eskop Wisabla












