SORONG, Catatan Jurnalist — Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja Reses di Provinsi Papua Barat Daya. Kunjungan dalam meninjau isu strategis nasional, antara lain makanan berizi Gratis (MBG), sistem penerima Murid Baru (SPMB) dan realisasi putusan MK no 3/PUU-XXII/2024 tentang pendidikan Dasar tanpa dibungut Biaya, revitalisasi sekolah dan evaluasi DAK, wajib belajar 13 tahun.
Wakil ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyampaikan paparan anggaran pembahasan RAPBN tahun 2026 (1 juli-15 September 2025) di sejumlah kementerian yang menjadi mitra komisi X DPR RI.
“Kemendikdasmen RI 55,4 T, Kemendiktisaintek RI 61 T, Kemenbud RI 1,5 T, Kemenpora RI 1,15 T, Perpusnas RI 378 M, Brin RI 6, 14 T, BPS RI 6,9 T. Ataupun fungsi pengawasan, Panja pendidikan di daerah 3 T dan daerah marginal Panja Perguruan tinggi kementerian dan lembaga PTKL, Panja pelestarian cagar budaya, ” kata wakil ketua Komisi X DPR RI, dalam keterangan yang diterima Catatanjurnalist.com, Selasa (07/10/2025).
“Data pendidikan di papua Barat Daya, Rata-rata lama sekolah 8:39 (Tahun nasional 9,22), harapan lama sekolah 13:88 tahun (nasional 13,21), angka kesiapan sekolah : 43,47 (nasional 77,74). Angka putus sekolah di daerah kabupaten sorong selatan, SD 0,47% SMP 0, 41 % kabupaten sorong, SD 0, 89 % SMP 0,17 % SMA 1,98 % kabupaten Tambrauw, SD 0,97% SMP 0,47 % kabupaten Maybrat, SD 0,53% SMP 2,09 %,” Jelasnya.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari dari pemerintah Daerah demi bersinergi dan meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur di daerah.
‘Masukan ini akan kami bawa ke pusat untuk dijadikan bahan dalam pembahasan kebijakan nasional,”ujar Lalu Hadrian Irfani.
Gubernur PBD Elisa Kambu, menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi X terhadap pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan di wilayahnya.“Kami berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah, terutama dalam penguatan anggaran dan program-program strategis,” ujarnya.
Komisi X DPR RI menutup kunjungan dengan menegaskan komitmen untuk memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan dan pelestarian kebudayaan daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Sejumlah penjabat daerah mulai dari MRP PBD, DPRD, Akademisi, pegiat budaya menyampaikan berbagai tantangan masalah Krusial Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam kunjungan ini antara lain pemerataan akses pendidikan, pengembangan kebudayaan musium, serta pemanfaatan potensi pariwisata daerah sebagai sumber ekonomi kreatif. Dalam dialog yang berlangsung di gedung Lambertus Jitmau kota sorong papua Barat Daya, pada (6/10/2025) sore.
Laporan: Eskop wisabla















