PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama. Ia melakukan kunjungan kerja spesifik (Kunsfek) ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan situasi karhutla sekaligus menyerap laporan terkait penanganan kebakaran yang terjadi di Sumatera Selatan, terutama memasuki periode musim kemarau.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel hingga 29 Juli 2026, tercatat 635 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 664,87 hektare.
Tren kejadian karhutla juga mengalami peningkatan signifikan. Pada Januari tercatat nihil kejadian, Februari satu kejadian, Maret enam kejadian, April empat kejadian, Mei 91 kejadian, Juni 120 kejadian, dan meningkat tajam menjadi 413 kejadian sepanjang Juli 2026.
Yudha mengatakan, kunjungan kerja spesifik tersebut merupakan bagian dari upaya DPR RI memantau secara langsung penanganan karhutla di Sumatera Selatan yang menunjukkan peningkatan seiring kondisi cuaca dan musim kemarau.
“Jadi kami hari ini kunjungan spesifik anggota DPR RI untuk memantau penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Kita melihat situasinya mulai meningkat karena faktor cuaca. Dari laporan BPBD tadi, memang pada bulan Juli ini hotspot meningkat,” ujar Yudha.
Meski demikian, Yudha menilai tim Satgas Karhutla di Sumatera Selatan telah melakukan kesiapsiagaan dan penanganan di lapangan. Namun, apabila kondisi karhutla semakin meningkat, diperlukan dukungan tambahan untuk memperkuat operasi pemadaman.
Yudha Novanza Utama menegaskan, berbagai kebutuhan dan dukungan yang diperlukan dalam penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan akan disampaikan dan didorong kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan pemerintah daerah mendapatkan dukungan tambahan apabila kondisi karhutla semakin meluas, termasuk dukungan sarana dan prasarana pemadaman.
“Tim Satgas Karhutla sudah siap. Namun, kalau situasinya berkembang dan semakin meningkat, kemungkinan membutuhkan bantuan tambahan helikopter untuk water bombing. Ini akan kita teruskan ke BNPB,” katanya.
Baca juga:
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, menyambut baik kunjungan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi dalam memperkuat upaya penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan.
Iqbal mengatakan, peningkatan kejadian karhutla pada Juli cukup signifikan. Kondisi tersebut sejalan dengan informasi BMKG yang memperkirakan Sumatera Selatan memasuki periode musim kemarau mulai akhir Juli hingga November mendatang.
“Di periode bulan Juli ini ada peningkatan yang signifikan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Ini sejalan dengan apa yang disampaikan teman-teman BMKG, bahwa mulai akhir Juli sampai November nanti Sumatera Selatan memasuki musim kemarau,” ujar Iqbal.
Menghadapi potensi peningkatan karhutla tersebut, BPBD Sumsel bersama jajaran terkait telah memperkuat kesiapsiagaan dengan membentuk satuan posko komando penanggulangan karhutla.
Posko komando tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan selaku Dansatgas, sementara Komandan Korem ditunjuk sebagai Ketua Satgas Operasi.
Iqbal menjelaskan, kesiapsiagaan penanganan karhutla juga diperkuat melalui dukungan pemerintah pusat berupa bantuan peralatan serta helikopter water bombing dan helikopter patroli.















