LAHAT, Catatan Jurnalist — Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat. Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat menggelar pelatihan intensif bagi regu pemadam kebakaran internal perusahaan sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah perkebunan dan kawasan rawan Karhutla.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 9 hingga 11 Juni 2026, dilaksanakan secara serentak di dua perusahaan, yakni PT Eka Jaya Group (Aditarwan) di Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, serta PT Mutiara Sawit Seluma di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Daops Sumatera XVI/Lahat, Athur Daniel Sinaga, dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan Manggala Agni dalam menjaga kawasan konsesi dari ancaman kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan maupun masyarakat.
“Sinergi antara perusahaan dan Manggala Agni menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan Karhutla. Kesiapan personel dan peralatan harus terus ditingkatkan agar mampu merespons secara cepat ketika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
Setelah pembukaan, rangkaian pelatihan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daops Sumatera XVI/Lahat, Tri Dimas Sanjaya, S.Hut. Ia menekankan bahwa pembinaan terhadap regu pemadam kebakaran perusahaan merupakan bagian dari komitmen Manggala Agni dalam memperkuat sistem pencegahan Karhutla di tingkat lapangan.
“Kehadiran kami di sini merupakan komitmen nyata Manggala Agni dalam membina regu pemadam kebakaran perusahaan. Melalui pelatihan ini, kita membangun standar yang sama dalam menghadapi kondisi darurat sehingga respons yang diberikan di tingkat tapak menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Tri Dimas.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi teknis, mulai dari teori dasar Karhutla, pengenalan karakteristik api, regulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan, hingga praktik penggunaan peralatan pemadam seperti mesin pompa, nozzle, dan alat pemadam manual sesuai standar operasional Manggala Agni.
Tak hanya itu, para peserta juga mengikuti simulasi pemadaman langsung di lapangan, termasuk penerapan teknik mopping up atau pembersihan sisa api untuk mencegah kebakaran kembali menyala. Aspek koordinasi tanggap darurat juga menjadi fokus utama melalui pembentukan jalur komunikasi yang terintegrasi antara perusahaan dan Manggala Agni sebagai bagian dari sistem peringatan dini.
Manajemen kedua perusahaan memberikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Manggala Agni. Selain meningkatkan kemampuan teknis personel, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Dengan berakhirnya pelatihan pada 11 Juni 2026, Manggala Agni berharap seluruh personel regu pemadam kebakaran perusahaan semakin siap menghadapi potensi kebakaran serta memiliki semangat pantang menyerah dalam menjaga lingkungan dan melindungi kawasan dari ancaman Karhutla.












