OKI, Catatan Jurnalist – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Sugihan Bandar Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), resmi dihentikan sementara menyusul insiden dugaan keracunan makanan yang dialami 38 siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Puluhan siswa yang berasal dari SD Negeri Bandar Jaya, SMP Negeri Bandar Jaya, dan MI Nurul Huda sebelumnya dilarikan ke Puskesmas Air Sugihan Jalur 25 setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG yang disediakan SPPG tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan OKI, Alamsyah, mengatakan penghentian operasional dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun 2026.
Selain itu, keputusan tersebut juga mengacu pada Nota Dinas Kepala KPPG Palembang Nomor ND-198/06.01.03/7/2026/KPPG tertanggal 25 Juli 2026 mengenai rekomendasi penghentian sementara operasional SPPG Air Sugihan Bandar Jaya, serta Laporan Khusus Kepala KPPG Air Sugihan Bandar Jaya terkait dugaan kejadian pencemaran pangan.
“Ditemukan adanya kejadian menonjol berupa dugaan gangguan akibat pencemaran yang dialami sejumlah penerima manfaat, yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari menu Program MBG yang disediakan SPPG tersebut,” kata Alamsyah, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, penghentian operasional telah diberlakukan sejak 25 Juli 2026 sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Sebagai tindak lanjut, Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN juga merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG Air Sugihan Bandar Jaya. Selama masa penghentian, layanan MBG bagi para penerima manfaat akan dialihkan ke SPPG terdekat.
Baca juga:
Selain itu, Kepala SPPG diwajibkan menyelesaikan seluruh pembayaran melalui Virtual Account (VA) dalam waktu 1×24 jam untuk periode operasional sebelum surat penghentian diterbitkan.
Menurut Alamsyah, operasional SPPG baru dapat kembali berjalan setelah seluruh perbaikan dilakukan dan dibuktikan melalui dokumen pendukung yang telah diverifikasi oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Air Sugihan Jalur 25, Sentot, mengatakan kondisi seluruh siswa yang sebelumnya menjalani perawatan terus menunjukkan perkembangan yang baik.
“Alhamdulillah, seluruh siswa yang mendapat penanganan medis kini kondisinya semakin membaik. Kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada keluhan lanjutan,” ujar Sentot.
Kasus dugaan keracunan makanan tersebut masih dalam proses penanganan dan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Air Sugihan.









