Ogan Ilir Siaga Karhutla hingga November 2026, Empat Kecamatan Jadi Fokus Pengawasan

OGAN ILIR, Catatan Jurnalist Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 8 April 2026. Penetapan ini menyusul terjadinya kebakaran lahan semak belukar di sekitar kawasan Tol Palembang–Indralaya (Palindra).

Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, mengatakan bahwa status siaga darurat tersebut berlaku hingga 30 November 2026, meski saat ini masih menunggu pengesahan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Ogan Ilir.

“Secara antisipasi kami sudah siap. Status siaga ini sudah kita tetapkan sejak 8 April hingga 30 November 2026, tinggal menunggu SK resminya saja,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, insiden kebakaran di dekat ruas tol menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat Ogan Ilir termasuk wilayah rawan karhutla di Sumatera Selatan.

BPBD Ogan Ilir juga telah memetakan sejumlah titik rawan yang akan menjadi fokus penanganan. Beberapa wilayah yang masuk kategori rawan antara lain Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Indralaya Utara, dan Indralaya.

“Kita sudah petakan desa-desa yang menjadi langganan karhutla di wilayah tersebut, dan itu akan menjadi prioritas pengawasan serta penanganan,” jelasnya.

Selain itu, kawasan di sekitar jalan tol, seperti Tol Palindra dan Palembang–Kayu Agung, turut menjadi perhatian khusus. BPBD telah berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol untuk mendukung upaya penanggulangan.

“Pengelola tol siap membantu akses keluar masuk serta suplai air jika terjadi kebakaran,” ungkap Edi.

Dalam upaya pencegahan, BPBD Ogan Ilir juga telah menyiapkan personel, peralatan, serta sarana pendukung lainnya, seperti tenda darurat dan kendaraan operasional. Patroli rutin akan digencarkan, terutama pada awal musim kemarau.

“Kami fokus pada pencegahan sejak dini dengan patroli pagi dan sore hari,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, serta segera melaporkan jika terjadi kebakaran.

“Kami harap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga lingkungan agar terhindar dari karhutla,” pungkasnya.

(Red)

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *