OGAN ILIR, Catatan Jurnalist – Sumatera Selatan – Suasana Lebaran hari kedua di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, diwarnai dengan tradisi ziarah kubur yang telah berlangsung turun-temurun. Seperti yang terlihat di kawasan pemakaman Talang Peramuan, ratusan warga memadati area tersebut untuk berziarah ke makam keluarga yang telah lebih dahulu berpulang.
Tradisi ini menjadi momen penting bagi masyarakat Pemulutan setiap memasuki hari kedua Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Selain mendoakan para leluhur, warga juga tampak membersihkan pusara dari rerumputan dan memperindah area makam sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang tercinta.
Tak hanya sekadar ziarah, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi. Warga dari berbagai desa di Kecamatan Pemulutan berkumpul, saling bertemu, dan melepas rindu dengan keluarga yang jarang ditemui.
Sangkut, salah satu warga asal Desa Babatan Saudagar, mengatakan bahwa tradisi ini sudah menjadi kebiasaan yang terus dijaga.
“Ziarah di Lebaran kedua ini sudah sering kami lakukan. Selain mendoakan keluarga, kami juga bisa bertemu dengan sanak saudara yang datang dari jauh,” ujarnya.
Di sisi lain, tradisi tahunan ini juga membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang makanan, minuman, hingga pakaian memanfaatkan keramaian tersebut untuk meraih rezeki.
Mamat, seorang pedagang es, mengaku merasakan dampak positif dari tradisi ini.
“Alhamdulillah, setiap tahun ada peningkatan pembeli. Ini jadi tambahan penghasilan bagi kami pedagang minuman dingin,” ungkapnya.
Masyarakat berharap tradisi ziarah Lebaran kedua ini dapat terus terjaga dan berlangsung kondusif. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar keluarga yang lama terpisah.
Laporan : Dapites












