PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 resmi digelar di Palembang sebagai salah satu pameran peluang usaha terbesar di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 17–19 April 2026 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) dan menjadi ajang strategis dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan serta investasi daerah.
Pameran ini tidak hanya menghadirkan berbagai peluang bisnis dari beragam sektor, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan pelaku usaha, investor, komunitas bisnis, hingga masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif. Melalui interaksi langsung antara pemilik brand dan calon mitra, IFBC 2026 diharapkan mampu membuka akses kemitraan, memperluas jaringan bisnis, serta menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan, khususnya di Sumatera Selatan.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo, IFBC 2026 Palembang merupakan rangkaian pameran ke-177 yang konsisten menjadi platform terpercaya dalam memperkenalkan konsep bisnis franchise, kemitraan, dan peluang usaha terkini di Indonesia. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga strategis, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Pameran ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Palembang menggandeng Bank Syariah Indonesia sebagai official bank partner yang memberikan solusi pembiayaan bagi pelaku usaha. Tema ini mencerminkan semangat dunia usaha untuk terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Sebanyak 52 brand nasional turut meramaikan pameran ini dengan menghadirkan beragam peluang usaha yang variatif dan relevan dengan kebutuhan pasar. Di sektor ritel, pengunjung dapat menemukan brand besar seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, hingga Depo Air Minum Biru yang menawarkan model bisnis yang telah teruji.
Selain itu, sektor laundry modern juga turut menghadirkan berbagai pilihan usaha melalui brand seperti Maytag, Maxpress Laundromat, Netto Laundromat, LG Commercial Laundry, dan Laundrypedia. Di kategori minuman kekinian, hadir brand seperti Bingxue dan Kopi Sewindu yang menyasar pasar generasi muda.
Sementara pada sektor kuliner, berbagai brand lokal dan nasional turut ambil bagian, mulai dari konsep tradisional seperti Warkop Agam Medan, Warung 88, hingga kuliner modern seperti Kebab Turki Baba Rafi, Burger Bangor, dan Tokio Street. Tren bisnis dessert dan roti kekinian juga ditampilkan melalui brand seperti Yummy Coin, Kumori, hingga Matcharo.
Tak hanya itu, sektor kesehatan dan perawatan menghadirkan brand seperti Dawa Herbal, DRW Skincare, hingga King Barber. Sektor pendidikan juga turut meramaikan melalui brand berbasis pengembangan sumber daya manusia seperti Leit dan Ohxem Edu My.
Menariknya, IFBC 2026 Palembang juga menghadirkan sektor otomotif, lifestyle, hingga layanan digital. Beberapa di antaranya seperti Helm Care Indonesia, Washmart, King Billiard, hingga Telkom Indibiz yang menyediakan solusi layanan internet bagi pelaku usaha.
Selain pameran, IFBC 2026 juga menghadirkan berbagai program edukatif dan inspiratif selama tiga hari penyelenggaraan. Berbagai seminar dan talkshow digelar untuk membahas topik strategis, mulai dari pengembangan bisnis, legalitas usaha, hingga pemanfaatan teknologi.
Pengunjung juga dapat mengikuti sesi seperti strategi membangun penghasilan tambahan, manfaat sertifikasi halal bagi pengusaha, hingga pentingnya perlindungan merek melalui DJKI. Tak ketinggalan, kegiatan pelatihan dan kompetisi robotic coding dan AI turut digelar sebagai bentuk pengenalan teknologi masa depan dalam dunia bisnis.
Pameran ini juga mengangkat isu pemberdayaan melalui sesi Womenpreneur Sumatera Selatan serta menghadirkan inspirasi bagi calon wirausaha melalui berbagai program edukatif lainnya.
Dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah, inkubator bisnis, dan komunitas, IFBC 2026 Palembang menargetkan lebih dari 2.500 pengunjung yang terdiri dari calon pengusaha, investor, dan masyarakat umum.
Pameran ini terbuka untuk umum dengan tiket masuk sebesar Rp20.000 per hari. Pengunjung berkesempatan melihat langsung konsep bisnis, berdiskusi dengan pemilik brand, hingga mendapatkan penawaran khusus selama pameran berlangsung.
IFBC 2026 Palembang diharapkan menjadi katalisator dalam mendorong lahirnya wirausaha baru serta memperkuat ekosistem bisnis yang adaptif dan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.
Gubernur Herman Deru Dorong Lahirnya 100.000 “Sultan Muda” di Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa gelaran IFBC 2026 Palembang menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha, baik pemula maupun yang telah lama menjalankan bisnis.
Menurutnya, kehadiran pameran berskala nasional ini mampu memperluas wawasan serta membuka peluang baru bagi pengembangan usaha di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan langsung kepada Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, terkait program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yakni “100.000 Sultan Muda”.
Program ini bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam dunia usaha melalui pembinaan dan pendampingan yang terstruktur.
“Sumatera Selatan memiliki program yang sangat menarik, yakni 100.000 Sultan Muda. Ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk terlibat langsung dalam dunia bisnis,” ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, para peserta program dapat mengakses layanan melalui Sultan Muda Center yang berlokasi di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di tempat tersebut tersedia berbagai fasilitas, mulai dari administrasi, business matching, hingga dukungan pengembangan usaha lainnya.
Lebih lanjut, Herman Deru berharap Kementerian Perdagangan dapat turut memperluas wawasan para pelaku usaha muda. Hal ini dinilai sejalan dengan tugas dan fungsi kementerian yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor perdagangan dan ekspor.
“Mulai dari hal terkecil hingga nantinya para Sultan Muda ini bisa menjadi eksportir muda yang hebat,” katanya.
Ia juga menambahkan, dalam program tersebut para peserta akan mendapatkan identitas resmi berupa ID card dan label sebagai Sultan Muda Sumatera Selatan sebagai bentuk pengakuan sekaligus motivasi dalam mengembangkan usaha.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis mampu mencetak generasi wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Laporan : Dapites












