PMP Kopdar Peluang “Cuan” Beternak Kambing Domba

PALEMBANG, Catatan Jurnalis — Usaha ternak kambing dan domba menawarkan potensi keuntungan yang cukup menjanjikan, terutama dengan permintaan daging yang tinggi dan kemungkinan pemanfaatan produk sampingan seperti kulit dan pupuk kandang. Selain itu, ternak kambing dan domba relatif mudah dikelola, terutama jika dilakukan di daerah dengan iklim yang mendukung.

Salah satunya dilakukan Komunitas Peternak Muda Palembang (PMP) menggelar kopdar beternak kambing dan domba yang melibatkan lebih dari 50 peternak di Jalan Sungai Putat, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Ketua Pelaksana Kopdar Beternak Kambing dan Domba Komunitas Peternak Muda Palembang (PMP) Riko Abu Umar mengatakan tujuan kegiatan ini banyak diminati para pencinta ternak kambing dan domba dari berbagai daerah.

“Kopdar beternak kambing domba dengan judul syariat dan bisnis Alhamdulillah terlaksana sekitar lebih dari 50 orang yang hadir bukan hanya dari Palembang dari Ogan Ilir Indralaya, Pangkalan Balai, Betung, Pali bahkan sampai Lahat dan Sekayu,” kata Riko, Minggu (20/04/2025).

Foto : Peserta Kopdar Komunitas Peternak Muda Palembang (PMP)

“Alhamdulillah kopdar ini tujuannya untuk mengumpulkan peternak-peternak atau pecinta kambing dan domba di Palembang yang ada sehingga kita bisa menaikkan gairah beternak di Palembang. Karena di Palembang masih terbilang sangat rendah untuk keinginan orang berternak kambing. Untuk itu kami menghadirkan beberapa narasumber pertama Ustad Khairudin yang berbicara dalam sudut pandang syar’i artinya beternak itu harus tahu dulu ilmunya syar’i nya dulu. Kemudian ada kami selaku ketua panitia Riko Umar dar kandang Baba, berbicara tentang teknis atau syarat utama tentang ibadah aqiqah dan Qurban dan ini banyak dikeluhkan atau terjadi pelanggaran di Palembang khususnya dan Anwar Pak Saiful Anwar beliau itu adalah owner dari duta Mandiri Farm beliau fokus pada produksi pakan yang efisien atau produk produksi pakan alternatif sehingga tidak melulu peternak itu ngarit atau ambil rumput dari sifatnya yang lahan seperti itu,” jelas Riko.

Para peternak dan pencinta ternak diajak berdiskusi membuat pakan sendiri dan untuk ternak sendiri, serta Saiful berbicara tentang bisnis. Bisnis ini adalah bukan hanya hewan saja yang bisa kita jual dalam urusan kambing domba ini, tapi seperti susunya, dagingnya, kulitnya seperti itu kan masuk dalam kuliner juga Jadi ada produk turunan yang bisa kita manfaatkan sebagai income tambahan dalam usaha dunia peternakan kambing dan domba.

Riko juga mengungkapkan usaha peternak dimba memiliki peluang yang cukup  besar namun ada banyak tantangan tentang penyediaan pakannya.

“Kalau peluangnya sangat besar tapi memang banyak kendala yang kita temui ketika kita masuk dalam dunia peternakan Ini pertama sekali itu adalah pakan, pakan itu cenderung langkah, kalau di Palembang kecuali di daerah ya makanya alternatif. Pakan itu adalah kita buat sendiri pakan alternatif itu jadi kita produksi sendiri dan kita kasihkan untuk ternak kita sendiri. Kedua itu akan bermasalah di produk atau di barang Kenapa barangnya kita selalu datangkan dari luar kota luar kota itu adalah dari Lampung dan dari Palembang hampir tidak ada produksi yang benar-benar dalam kategori besar,” tutupnya.

Laporan : Dede Sunarya.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *