JAKARTA, Catatan Jurnalist — Partai Buruh menyampaikan keraguannya terhadap proyeksi pemerintah yang menyebutkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU–CEPA) akan mampu menciptakan lima juta lapangan pekerjaan baru. Hal ini diungkap Presiden Partai Buruh Said Iqbal dalam akun media sosial resmi Partai Buruh, Jumat (26/09/2025).
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan, bahwa secara historis perjanjian perdagangan bebas atau kerja sama internasional sejenis jarang berbanding lurus dengan peningkatan lapangan kerja.
Menurutnya, pemerintah kerap menampilkan angka-angka optimistis untuk meyakinkan publik, namun dalam praktiknya justru banyak pekerja yang terdampak negatif. Hal itu terutama dirasakan di sektor-sektor yang berhadapan langsung dengan persaingan global tanpa perlindungan memadai dari negara.
Said Iqbal menilai bahwa IEU–CEPA perlu dikaji secara lebih kritis, bukan hanya dari sisi peluang investasi dan perdagangan, tetapi juga dari aspek perlindungan tenaga kerja dalam negeri.
Partai Buruh mendorong agar pemerintah tidak hanya mengedepankan kepentingan modal, melainkan juga memastikan kepastian kerja, peningkatan upah layak, serta jaminan sosial bagi para pekerja. Tanpa itu, perjanjian semacam ini justru dikhawatirkan memperburuk kondisi buruh di Indonesia.(Red)












