Wagub Cik Ujang Tekankan Aksi Nyata di Halal Bihalal IKLS Pererat Silaturahmi

PALEMBANG, Catatan Jurnalist  – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menegaskan pentingnya penguatan silaturahmi yang tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata kepedulian sosial. Hal itu disampaikannya saat menghadiri halal bihalal Ikatan Keluarga Lembah Serelo (IKLS) di Kelurahan Pakjo, Minggu (12/4/2026) sore.

Dalam sambutannya, Cik Ujang mengingatkan bahwa IKLS bukan sekadar organisasi kekeluargaan, melainkan wadah strategis yang telah berdiri sejak 1979 dalam menjaga ikatan sosial antaranggota. Ia mengaku telah mengikuti dinamika organisasi tersebut sejak 1989.

“Kalau tidak ada momentum seperti ini, kita akan sulit bertemu. Silaturahmi harus dijaga, bukan hanya sesekali, tapi berkelanjutan,” tegasnya.

Tak hanya sebatas ajakan, Cik Ujang juga menunjukkan komitmen konkret dengan menyatakan kesiapannya menghibahkan satu unit mobil ambulans untuk mendukung kegiatan sosial IKLS dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga menyoroti pentingnya peran IKLS dalam membina generasi muda, khususnya dalam mendorong akses pendidikan tinggi. Menurutnya, investasi pada pendidikan merupakan kunci kemajuan daerah di masa depan.

“Ajak anak-anak muda kuliah, supaya mereka bisa kembali dan membangun daerah, baik di sektor kesehatan maupun bidang lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Cik Ujang turut membagikan perjalanan hidupnya sebagai motivasi. Ia mengawali karier dari berdagang kayu hingga ke Jakarta di usia muda, dengan berbekal kerja keras dan kejujuran.

Ia juga mengungkapkan bahwa cita-citanya menjadi polisi setelah lulus SMA pada 1989 tidak tercapai. Namun, perjalanan hidup membawanya hingga menduduki jabatan strategis sebagai wakil gubernur.

“Kegigihan dan pengalaman adalah guru terbaik. Jangan takut gagal, karena dari situ kita belajar,” katanya.

Sementara itu, Ketua IKLS, Hamli Masumi, menjelaskan bahwa kegiatan halal bihalal ini merupakan bagian dari arisan rutin bulanan yang menjadi sarana mempererat hubungan keluarga besar IKLS. Ia juga menyebut Cik Ujang sebagai penasihat sekaligus pelindung organisasi.

Dalam tausiahnya, Hamli menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ibadah sosial yang menuntut keikhlasan untuk saling memaafkan.

“Halal bihalal itu tentang keberanian mengakui kesalahan tanpa pembelaan. Ini penting dan lebih bermakna jika dilakukan secara langsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, IKLS terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, dengan harapan organisasi ini terus menjadi ruang memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap gerak IKLS.

Laporan : Dapites

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *