PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tidak semua sektor ekonomi mengalami tekanan. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru justru melihat adanya peluang keuntungan bagi sejumlah pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor komoditas ekspor.
Menurut Herman Deru, menguatnya dolar AS berdampak langsung pada harga sejumlah komoditas yang diperdagangkan di pasar internasional. Kondisi ini dinilai menguntungkan petani dan pelaku usaha yang menjual produknya ke pasar ekspor, termasuk petani karet di Sumsel.
“Kenaikan nilai tukar dolar ini turut memberikan dampak positif bagi sebagian masyarakat, khususnya petani karet yang mendapatkan harga jual lebih baik,” ujar Herman Deru, Sabtu (13/6/2026).
Meski demikian, Deru mengingatkan bahwa pemerintah tetap harus menjaga stabilitas ekonomi daerah agar manfaat yang diperoleh dari sektor ekspor tidak dibayangi oleh melemahnya daya beli masyarakat.
Menurutnya, daya beli masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi. Jika konsumsi masyarakat tetap kuat, aktivitas ekonomi di berbagai sektor akan terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
“Kita ingin kondisi ekonomi secara umum tetap stabil. Artinya daya beli masyarakat jangan sampai menurun sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” katanya.
Ia menegaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara peluang dari pasar ekspor dan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
Herman Deru juga mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Sumsel saat ini masih berada pada jalur yang positif. Berdasarkan data statistik yang menjadi acuan pemerintah, pertumbuhan ekonomi daerah masih mampu bertahan di atas angka 5 persen.
“Kalau melihat data statistik, pertumbuhan ekonomi Sumsel masih baik, tumbuh di atas 5 persen. Bahkan angka kemiskinan juga terus menunjukkan tren penurunan,” ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, Deru optimistis sektor-sektor unggulan Sumsel, terutama perkebunan dan komoditas ekspor, akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar, ia berharap masyarakat tetap dapat merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi ini bisa dirasakan masyarakat secara luas, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global,” pungkasnya.













