PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Anggota Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi V DPRD Sumatera Selatan, M. Toha, meminta pemerintah daerah dan dinas terkait meningkatkan langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
M. Toha mengatakan, kondisi asap akibat Karhutla mulai dirasakan masyarakat, termasuk di kawasan Palembang. Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah preventif, terutama untuk melindungi kesehatan masyarakat dan anak-anak sekolah.
“Kalau kita bangun pagi, subuh mau ke masjid, itu sudah terasa bau asapnya. Sehingga memang perlu sekali ada antisipasi,” ujar M. Toha, Kamis (13/08/2026).
Sebagai Anggota Komisi V DPRD Sumsel yang membidangi antara lain sektor pendidikan dan kesehatan, M. Toha mendorong Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan dampak Karhutla terhadap aktivitas belajar mengajar.
Sebelum adanya kebijakan untuk meliburkan sekolah, ia mengimbau pihak sekolah dan orang tua agar memastikan anak-anak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Untuk anak-anak, keluar pakai masker, menghindari udara yang sebagian memang sudah bisa dirasakan. Kemudian mengurangi kegiatan di luar bagi sekolah, seperti olahraga dan kegiatan lainnya,” katanya.
Menurut M. Toha, aktivitas yang biasanya dilakukan di luar ruangan dapat sementara dialihkan ke dalam kelas sebagai langkah pencegahan apabila kualitas udara semakin memburuk.
Ia mengatakan, Komisi V DPRD Sumsel juga akan melakukan rapat dan membahas sejumlah persoalan pendidikan. Kondisi Karhutla dan dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar dinilai penting untuk menjadi perhatian.
“Siang ini Komisi V akan rapat. Salah satunya menerima perwakilan guru-guru, dan mungkin masalah ini juga akan kita bicarakan,” ujarnya.
Terkait penanganan Karhutla, M. Toha mengatakan DPRD Sumsel sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan BPBD Sumsel. Dalam rapat yang dilakukan dalam beberapa pekan terakhir, BPBD disebut telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk personel dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Masalah Karhutla ini sudah ada antisipasi dari mereka. Menyangkut anggaran, kemudian bagaimana mereka sudah menyiapkan petugas dan koordinasi dengan kabupaten kota,” jelasnya.
Baca juga:
Namun, M. Toha menegaskan program dan langkah penanganan yang telah direncanakan harus segera dijalankan secara maksimal mengingat kondisi Karhutla mulai terjadi di sejumlah wilayah.
Ia menyoroti kebakaran yang terjadi di sekitar jalur Palembang menuju Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir, termasuk di sekitar ruas tol.
“Kemarin kita memperhatikan di jalan sekitar Palembang ke OKI, Ogan Ilir, di samping tol itu ada kebakaran yang cukup besar,” katanya.
Sebagai Anggota Komisi V DPRD Sumsel, ia juga mendorong BPBD dan instansi terkait tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi memperkuat pencegahan serta menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat yang terdampak asap Karhutla.
“Program-program yang kemarin direncanakan, bagaimana mengantisipasi dan bagaimana kalau ada korban dan seterusnya, kita mengharapkan mereka melaksanakan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya,” tegas M. Toha.
Ia berharap pemerintah daerah, BPBD, dinas kesehatan, dinas pendidikan hingga pemerintah kabupaten/kota memperkuat koordinasi agar Karhutla tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dapat ditekan.














