SORONG, Catatan Jurnalist — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Sorong bersama Solidaritas Papua Bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Kompleks Asrama Polisi, Jalan Misool, Kampung Baru, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (27/7/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan selama tiga hari oleh GMNI Kota Sorong bersama Solidaritas Papua Bergerak. Dana yang terkumpul kemudian diserahkan secara langsung kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Ketua DPC GMNI Kota Sorong, Nimbrot Yeum, mengatakanGMNI Kota Sorong dan Solidaritas Papua Bergerak Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Kebakaran KampungGMNI Kota Sorong dan Solidaritas Papua Bergerak Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Kebakaran Kampun aksi tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami hadir untuk berbagi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran. Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, namun kami berharap dapat memberikan semangat dan harapan bagi para korban,” ujar Nimbrot.
Ia menjelaskan, aksi penggalangan dana dilakukan selama tiga hari dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa. Menurutnya, musibah kebakaran dapat menimpa siapa saja tanpa memandang latar belakang.
“Musibah datang tiba-tiba tanpa memandang latar belakang suku, warna kulit maupun status sosial. Karena itu, selama tiga hari kami melakukan penggalangan dana di lampu merah. Hari ini bantuan berupa uang tunai kami serahkan langsung kepada para korban. Semoga bantuan ini dapat memberikan arti dan manfaat bagi warga yang terdampak,” katanya.
Nimbrot menambahkan, aksi tersebut menjadi bagian dari kepedulian kemanusiaan sekaligus upaya memperkuat semangat gotong royong dan toleransi di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Klasuur, Jhoni Salossa Jr., menyampaikan bahwa kebakaran tersebut berdampak pada dua RT/RW. Sebanyak 23 kepala keluarga (KK) atau sekitar 92 jiwa terdampak akibat musibah tersebut, sementara 10 rumah dilaporkan hangus terbakar.
Jhoni mengapresiasi kepedulian GMNI Kota Sorong dan Solidaritas Papua Bergerak yang bergerak cepat membantu warga terdampak.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk para pemuda yang bergerak cepat membantu kami. Semoga Tuhan memberkati kebaikan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada warga kami,” ujar Jhoni di hadapan warga.
Melalui aksi kemanusiaan tersebut, GMNI Kota Sorong dan Solidaritas Papua Bergerak berharap semakin banyak elemen masyarakat yang ikut membantu para korban. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar proses pemulihan warga pascakebakaran dapat berjalan dengan baik.
Selain menyalurkan bantuan, Solidaritas Papua Bergerak juga mengimbau masyarakat di Papua Barat Daya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem yang disertai angin kencang.
Angin kencang dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan kompor, instalasi listrik, lilin maupun sumber api lainnya.
“Kami mengajak seluruh warga Papua Barat Daya untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca berangin. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, matikan kompor atau peralatan yang menggunakan api setelah digunakan, dan segera laporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar perwakilan Solidaritas Papua Bergerak.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Kompleks Asrama Polisi, Jalan Misool, Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, pada Senin malam (20/7/2026).
Api diketahui berpusat di kawasan Lorong 2, Jalan Misool, yang berada di sekitar kompleks asrama polisi dan tidak jauh dari SD Kalam Kudus, Kota Sorong. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan menyebabkan puluhan kepala keluarga terdampak.















