SORONG, Catatan Juranlist — Masyarakat adat Se- Papua Barat Daya gelar Pembukaan Jambore masyarakat Adat Papua Barat Daya kegunaan ini mereka mengusung tema “Dari Adat Menata dengan Iman Melangkah Bersama Pemerintah Kita Membangun Rajut Nyaman Tenun Kebangsaan” di Rylich Panorama Hotel kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (11/8/2025).
Kegiatan menjadi tongkat sejarah bagi para masyarakat adat kabupaten kota se- Papua Barat Daya. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari lamanya mulai 11 s.d 12 Agustus 2025. Kegiatan tersebut resmi dibuka melalui penabuhan tifa Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, secara bersama oleh majelis rakyat Papua MRP Papua Barat Daya, DPRD kabupaten kota se- Papua Barat Daya, dan masyarakat adat serta pihak terkait.
Kegiatan ini sebagai momentum bagi masyarakat Adat guna merumuskan program strategis untuk mendukung kebijakan pemerintah yang berbasis ekonomi mandiri dan kampung terpadu.
Elisa Kambu, menekankan Kegiatan ini sebagai langkah memperkuat sistem budaya dan Adat se- Papua Barat Daya.
“Adat leluhur moyang adalah Spiritual dasar hidup masyarakat yang Adat mendiami di negerinya. mendorong berpartisipasi aktif guna merawat nilai-nilai adat dan budaya di tengah arus globalisasi,” ujar Gubernur Papua Barat Daya dalam sambutannya.
Elisa Kambu menyampaikan kesempatan yang baik ini. Melakukan musyawarah mufakat untuk menghasilkan sebuah langkah strategis untuk mempertahankan adat istiadat sebagai warisan leluhur.
“Kegiatan ini sangat positif guna mendata dan evaluasi kinerja masyarakat melalui pemerintah daerah. Menetapkan program-program prioritas utama bagi masyarakat Adat,” katanya Elisa Kambu.
Ketua panitia Frengky Umpain, Pemerintah melindungi hak-hak masyarakat adat melalui berbagai peraturan perundang-undangan. Pasal 18B ayat (2) UUD 1945
“Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya. spesifik mengatur tentang masyarakat adat, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ungkapnya.
Frengky Umpain menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri kepala-kepala suku dari kabupaten Sorong, kabupaten Sorong Selatan, kabupaten Maybrat, kabupaten Tambrauw, kabupaten Raja Ampat.
“Untuk menata dan membangun sistem masyarakat adat di setiap daerah yang ada demi meningkatkan kualitas sumber daya alam tetapi juga manusia. Adat dan budaya itu lebih penting, karena adat lebih dulu ada dari pada pemerintah dan agama. Maka itu pentingnya memperkuat kebudayaan berbasis pengetahuan dan keterampilan. Dengan penuh harapan melalui kegiatan ini perwakilan yang hadir agar menyepakati sebuah hasil yang Positif untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat Adat,” ungkap Frengky Umpain.
Frengky Umpain menyatakan kegiatan ini bukan sekedar seremonial melainkan sebuah langkah penting untuk mendorong tata kelola masyarakat adat Papua Barat Daya terpadu dan berkelanjutan.
Laporan : Eskop Wisabla














