YALIMO, Catatan Jurnalist – Anggota DPRD Kabupaten Yalimo periode 2024–2029, Obaja Deal, menyampaikan pernyataan tegas kepada sesama legislator, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Welarek dan Benawa, agar tetap fokus menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Obaja yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Tim Penggerak Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Benawa menekankan bahwa kinerja anggota DPRD harus berpijak pada kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengikuti arus opini di media sosial.
“Saya menyampaikan secara tegas kepada rekan-rekan Anggota DPRD Kabupaten Yalimo, khususnya dari Dapil 2 Welarek dan Benawa, agar tidak terjebak menjadi ‘anggota aspirasi media sosial’,” tegasnya, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, fenomena saat ini menunjukkan adanya kecenderungan sebagian pihak yang lebih mengedepankan pencitraan di media sosial dibandingkan kerja nyata di lapangan. Hal tersebut dinilai dapat mengaburkan esensi tugas utama sebagai wakil rakyat.
Ia menambahkan, anggota DPRD memiliki tanggung jawab besar dalam menyerap, memperjuangkan, dan merealisasikan aspirasi masyarakat secara langsung, terutama di wilayah yang masih membutuhkan perhatian serius seperti Benawa.
“Kerja-kerja politik harus menyentuh masyarakat secara langsung, mendengar keluhan mereka, dan memperjuangkannya melalui mekanisme resmi di DPRD, bukan hanya tampil aktif di media sosial,” ujarnya.
Obaja juga mengajak seluruh anggota DPRD untuk menjaga integritas, komitmen, serta profesionalisme selama masa jabatan 2024–2029. Ia berharap DPRD Kabupaten Yalimo benar-benar hadir untuk masyarakat dan mampu mendorong pembangunan yang merata, termasuk dalam mendukung pemekaran CDOB Kabupaten Benawa.
Ia menjelaskan, rencana pemekaran Kabupaten Benawa memiliki dasar hukum dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, di antaranya Pasal 76 terkait pemekaran, Pasal 1 dan 43 yang memperkuat posisi masyarakat asli seperti suku Mek dan Kapauri, Pasal 77 yang memastikan proses sesuai hukum nasional, serta Pasal 59 yang mendukung tujuan pembangunan dan kesejahteraan.
Lebih lanjut, Obaja menegaskan bahwa perjuangan pembentukan CDOB Kabupaten Benawa bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan merupakan aspirasi masyarakat, tokoh adat, intelektual, dan pemuda yang telah dihimpun dan diperjuangkan bersama.
“Aspirasi tersebut telah kami terima dan tindak lanjuti melalui deklarasi dukungan bersama. Kami berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya CDOB Kabupaten Benawa demi kepentingan bersama dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Perjuangan CDOB Kabupaten Benawa, Sergius Christian Bombol, S.IP., yang juga anggota DPRD Provinsi Papua Pegunungan, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu di media sosial.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun persatuan dan kebersamaan harus tetap dijaga. Kami mengajak semua pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung perjuangan ini secara tertib dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia menegaskan, rencana pembentukan CDOB Kabupaten Benawa merupakan kepentingan bersama, bukan untuk menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Laporan: Eskop Wisabla















