Pengurus Pusat HPMY Desak Pemerintah Yahukimo Segera Cairkan Beasiswa

YAHUKIMO, Catatan Jurnalist — Badan pengurus harian Himpunan pelajar dan mahasiswa Yahukimo (HPMY) Se- Jawa, Bali dan Sumatera. Pengurus pusat bersama delapan kordinator wilayah Korwil Jakarta, Surabaya, Bali malang, Jogjakarta, Semarang dan Sumatera menyelenggarakan diskusi melalui zoom mentting terkait dengan Biaya Bantuan Studi tahun Anggaran 2025.

Mereka mendesak kepada pemerintah Yahukimo terutama dinas pendidikan kabupaten Yahukimo Agar segera cairkan Dana beasiswa demi  mahasiswa Yahukimo yang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di se- Jawa Bali.

Ketua Umum HPMY Pusat Yanais N Yalak kepada wartawan menyampaikan bahwa desakan kami kepada pemerintah daerah terutama Dinas pendidikan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib pendidikan generasi muda Yahukimo, yang kini sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami mahasiswa Yahukimo Se- Jawa Bali dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa akhir Juli 2025 ini. Bantuan Studi belum dicarikan, Tenggat waktu pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) dan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sebagian besar kampus sudah sangat dekat.bahkan beberapa sudah jatuh tempo,” ungkap Yanais N Yalak, melalui telepon WhatsApp, Rabu (30/7/2025).

Hal ini menimbulkan kecemasan dan tekanan mental, serta berisiko yang besar bagi mahasiswa bisa terjadi susulan ulang semester berikutnya.

“Situasi ini sangat darurat. Banyak dari kami yang berasal dari keluarga tidak mampu.  dan sepenuhnya bergantung pada bantuan studi dari pemerintah daerah. Kami bukan datang ke pulau Jawa untuk bersantai, tapi untuk menuntut ilmu demi masa depan daerah kami,” kata Yanias Yalak.

Ketua Umum HPMY Mengungkapkan, bukan hanya itu, lambatnya  pencairan bantuan studi ini juga berdampak langsung pada mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) magang, dan tugas akhir. Mereka mengalami kesulitan dalam pembiayaan operasional kegiatan lapangan, yang semestinya menjadi bagian dari proses akademik.

“Beberapa mahasiswa bahkan terpaksa meminjam uang dari teman, senior, atau lembaga sosial karena tidak ada pilihan lain,” terangnya.

Mereka menyoroti juga kurangnya komunikasi dan transparansi pemerintah kabupaten Yahukimo, maupun dinas pendidikan. Alasan keterlambatan menurut mereka sesungguhnya setiap tahun pemerintah daerah telah menganggarkan dana bantuan studi dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

“Mahasiswa mempertanyakan, jika anggaran sudah tersedia, mengapa proses pencairan selalu terlambat dan berulang setiap tahun,” terangnya.

Mereka mendesak Agar bupati Yahukimo, dan Dinas pendidikan tidak tinggal diam. Melainkan Segera mengambil langkah kongkrit karena ini menyangkut masa depan ratusan pelajar mahasiswa dan memimta Dewan perwakilan rakyat Daerah DPRD kabupaten Yahukimo turut mengawal dan menyuarakan hal ini.

“Mahasiswa Yahukimo yang bergabung dalam HPMY menekankan pendidikan itu hak dasar yang dijamin oleh undang-undang. Maka pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk dipertanggung jawabkan. Guna memastikan anak-anak daerahnya bisa mengakses pendidikan tinggi dengan layak,” tukasnya.

“HPMY se-Jawa, Bali, dan Sumatera mengancam akan melakukan aksi protes terbuka dan menyurati kementerian terkait bila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan mengenai pencairan dana bantuan studi tersebut,” tegasnya.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan Yahukimo. Jangan sampai keterlambatan administrasi dan lemahnya komitmen pemerintah menjadi penghambat bagi masa depan anak-anak asli daerah,” tutup Yanais Yalak dengan penuh harapan.

Laporan : Eskop Wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *