Sebagian Wilayah Sumsel Masuki Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Waspada Karhutla

PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan melaporkan sebagian wilayah di Provinsi Sumatera Selatan telah memasuki musim kemarau. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat pada periode tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Dr. Wandayantolis, menjelaskan bahwa kondisi musim di Sumsel saat ini bervariasi. Sebagian wilayah sudah memasuki musim kemarau, sebagian lainnya sedang menuju musim kemarau, sementara beberapa daerah masih belum memasuki musim tersebut.

Menurut BMKG, sebanyak empat dari 14 Zona Musim (ZOM) di Sumatera Selatan telah resmi mengalami musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan curah hujan yang berada di bawah 50 milimeter per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut atau setara satu bulan penuh.

Selain itu, tujuh zona musim lainnya saat ini menunjukkan indikasi menuju musim kemarau. Wilayah yang termasuk dalam kategori tersebut meliputi sebagian Kota Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, PALI, Muara Enim, Ogan Ilir, OKU Selatan, OKU, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam, OKI, dan OKU Timur.

Sementara itu, terdapat tiga zona musim yang hingga kini belum memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut berada di bagian timur, utara, dan selatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta sebagian wilayah utara Kabupaten Banyuasin.

BMKG menjelaskan, indikasi menuju musim kemarau terjadi apabila curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian selama dua dasarian berturut-turut. Jika kondisi tersebut berlanjut hingga tiga dasarian, maka suatu wilayah dapat dinyatakan memasuki musim kemarau.

Seiring perkembangan kondisi cuaca tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, menghemat penggunaan air, menjaga kesehatan saat suhu udara meningkat, serta rutin memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat juga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla selama musim kemarau berlangsung.

BMKG Sumatera Selatan memperkirakan puncak musim kemarau tahun 2026 akan terjadi pada periode Agustus hingga September. Sebanyak enam zona musim diprediksi mencapai puncak kemarau pada Agustus, sedangkan delapan zona musim lainnya diperkirakan mengalami puncak kemarau pada September.

Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi iklim guna mendukung berbagai sektor dalam menghadapi dampak musim kemarau tahun ini.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *