Disinyalir Tidak Ada Tenaga Pendidik KBM SD Impres Yogeme Lumpuh Total

TOLIKARA, Catatan Jurnalist – Akibat kekosongan tenaga pendidik, proses belajar mengajar lumpuh total dan ratusan anak menjadi korban karena tidak bersekolah.

“Dalam laporan dapodik sekolah ini selalu aktif, tetapi kenyataannya di lapangan tidak ada kegiatan belajar. Hal ini sangat kami sayangkan,” ungkap Kepala dinas pendidikan Tolikara melalui kabid dikdas dan Pengajaran Simson Wandik,” kepada Catatanjurnalist.com, Jumat (03/09/2025).

Hal itu terungkap saat kabid dikdas melakukan kunjungan kerja ke SD Inpres Yogeme, Distrik Wina. Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi murid dan bangunan sekolah yang sudah 10 tahun tidak berfungsi karena ketiadaan kepala sekolah dan guru.

Menurut Simson Wandik sistem Dapodik dan Arkas sekolah ini selalu tercatat valid, namun realita di lapangan justru tidak ada gedung, guru, maupun prasarana lain.

Dalam kesempatan itu, Wandik menyerahkan nota dinas penugasan kepada Anton Weya sebagai kepala sekolah baru. Weya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tolikara serta Kabid SD atas kepercayaan yang diberikan. Ia juga mengusulkan pembangunan tiga ruang kelas baru untuk menunjang proses belajar mengajar.

Warga Distrik Wina menyambut positif kehadiran kepala sekolah baru tersebut. Mereka berharap Anton Weya mampu membawa perubahan nyata, sekaligus menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Perwakilan masyarakat Distrik Wina mengungkapkan rasa syukur dan sukacita atas perhatian pemerintah daerah. “Langkah nyata ini membuktikan kepedulian terhadap generasi penerus. Kami berharap pemerintah terus memperhatikan pendidikan di wilayah kami,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Laporan: Wendalimo Wenda

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *