Konser Musik We Arruma Kolu dan Fanoneken Lokal Perdana Ajang Kebangkitan Musik Daerah 

YALIMO, Catatan Jurnalist — We Arruma Kolu dan Fanoneken menggelar acara konser perdana yang berlangsung meriah dan sukses di Jalan Yabema Distrik Elelim kabupeten Yalimo,  Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026) malam.

Kegiatan sebagai langkah awal untuk membangkitkan kembali geliat musik dan kreativitas anak muda di daerah.

Konser ini menjadi momentum penting bagi para musisi daerah untuk menampilkan karya terbaik mereka sekaligus memperkenalkan potensi musik lokal kepada masyarakat luas.

Konser musik lokal perdana ini bertujuan membuka ruang kreatif bagi generasi muda serta mendorong perkembangan industri musik daerah.

Ketua komite nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Yalimo Theo Loho, mengapresiasi positif dan sekaligus memberikan Motivasi. Menurutnya kepada generasi Yalimo Untuk harus mempertahankan karyanya sebagai prioritas fundamental bagi daerah agar kedepannya mampu bersaing dengan musisi lain secara mancanegara.

“Konser musik lokal perdana ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak daerah patut diberi ruang dan dukungan. Melalui panggung ini, kita berharap lahir musisi-musisi lokal yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” ujar Loho.

“Sebagai bentuk dukungan, kami menyampaikan lima poin penting untuk mempertahankan karyan dan juga motivasi anak muda, antara lain :

1. Keaslian Musisi Lokal  adalah Kekuatan Terbesar, artinya karya yang lahir dari sebuah kabupaten memiliki nilai “otentik” yang tidak dimiliki oleh semua orang. Musisi lokal yang memasukkan unsur cerita rakyat, dialek daerah, atau nuansa alam kabupatennya ke dalam melodi modern akan menciptakan karya yang unik dan tak tertandingi. Maka generasiku Jangan pernah merasa kecil karena berada di daerah terpencil, daerah terbelakang; justru dari daerah jugalah warna baru akan muncul di bagian industri musik nasional.

2. Musik juga salah satu alat sebagai alat Pemersatu Elemen, artinya musik bukan sekadar bunyi, melainkan wadah kolaborasi. Saat musisi tampil, ada elemen desain grafis di poster acaranya, ada elemen tata panggung dari pengrajin lokal, dan ada elemen narasi dari penulis anak daerah dan perbagi seni lainya. Satu panggung musik di kabupaten adalah bukti bahwa ekosistem kreatif anak negeri bisa hidup dan saling menghidupi.

3. Menjadi Musisi di Rumah Sendiri, artinya lebih baik menjadi api kecil yang menerangi ruangan gelap di rumah sendiri, daripada menjadi percikan yang hilang di tengah keriuhan kota besar.

Dengan konsisten tampil dan berkarya di kabupaten atau Daerah kita, bahwa kita mampu sedang membuka jalan bagi generasi setelah kita untuk percaya bahwa menjadi seniman atau musisi adalah profesi yang terhormat dan menjanjikan buat masa depan kita sendiri.

4. Validasi Talenta Generasi Muda: yang mana Suksesnya acara Konser Berdana yang rencanakan oleh WE ARRUMA KOLU DAN FANONEKE pada 08 Januari 2026 adalah ini menjadi validasi bahwa musisi lokal memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri yaitu Kabupaten Yalimo, sekaligus membangkitkan kepercayaan diri bagi elemen kreatif lokal lainnya di kabupaten Yalimo.

5. Suasana damai selama acara berlangsung adalah aset berharga yang menunjukkan bahwa masyarakat setempat sangat menghargai seni dan budaya. Hal ini membuka peluang besar bagi sponsor dan pemerintah untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa depan.

,” terang Loho, kepada Catatanjurnalist.com.

Laporan: Eskop Wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *