Pasokan Energi Jelang Lebaran Dipastikan Aman, DPR RI Tinjau Kesiapan di Palembang

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman, baik dari sektor bahan bakar minyak (BBM) maupun kelistrikan. Kepastian tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Palembang, Rabu (11/03/2026), guna meninjau kesiapan energi selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menyoroti dinamika geopolitik global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan berdampak terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Sentot Harijady, menegaskan secara nasional kondisi stok BBM masih dalam posisi aman. Saat ini, PT Pertamina memiliki cadangan operasional sekitar 30 juta barel yang diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 21 hari operasional.

“Distribusi BBM untuk menghadapi Idul Fitri telah disiapkan di seluruh wilayah Indonesia. Namun, beberapa daerah yang masih dalam proses pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian khusus agar pasokan tetap lancar,” ujar Sentot.

Sementara dari sektor kelistrikan, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya berada dalam kondisi cukup aman, meski masih terdapat beberapa jalur transmisi di Sumatera yang menjadi perhatian pengawasan.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadhani Akmala Putri, memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional sangat memadai. PLN saat ini memiliki kapasitas pembangkit sebesar 52 gigawatt (GW), dengan proyeksi beban selama masa siaga Idul Fitri sekitar 35 GW. Artinya, terdapat cadangan daya sekitar 17 GW atau hampir 48 persen.

Untuk menjaga keandalan sistem, PLN mengerahkan sekitar 72 ribu personel teknis yang disiagakan di berbagai daerah. Selain itu, ribuan kendaraan operasional, genset mobile, gardu bergerak, serta UPS juga telah ditempatkan di sejumlah lokasi vital seperti bandara, stasiun, pelabuhan, dan rumah sakit.

“Seluruh infrastruktur kelistrikan telah dipersiapkan secara maksimal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman serta nyaman,” ujar Arsya.

Di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, juga memastikan kondisi sistem kelistrikan berada dalam status sangat aman.

“Ketersediaan daya mencapai 5.212 MW dengan beban puncak sekitar 1.709 MW. Artinya masih terdapat cadangan daya sekitar 2.503 MW atau mencapai 168 persen dari kebutuhan,” jelasnya.

PLN UID S2JB juga menyiagakan 3.213 personel teknis yang tersebar di 55 posko siaga. Selain itu, gardu mobile, genset, dan UPS telah disiapkan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di 81 lokasi vital dan VVIP.

Guna mendukung pengguna kendaraan listrik saat mudik, PLN juga menyiapkan infrastruktur pengisian daya. Di wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu tersedia 83 unit EV charger untuk kendaraan roda empat dan 40 unit EV charger roda dua yang tersebar di 64 lokasi, termasuk beberapa titik di sepanjang ruas Tol Lampung–Palembang.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, pemerintah bersama PLN memastikan pasokan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri tetap aman dan andal sehingga aktivitas masyarakat, khususnya para pemudik, dapat berjalan lancar.

Rilis PLN

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *