SORONG, Catatan Jurnalist — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya gelar Penyusunan dokumen Standar operasional Prosedur (SOP) Perencanaan pembangunan daerah Provinsi Papua Barat Daya dengan menggelar Focus Group Discusion (FGD) di hotel panorama kota PBD, Selasa (16/9/2025).
Ketua panitia Frengky krimadi, Menekankan Penyusunan SOP dilaksanakan di hari ini sesuai berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang penyusunan SOP baik secara nasional maupun daerah.
“Kegiatan ini untuk perencanaan pembangunan daerah guna memastikan seluruh alur kerja dan memastikan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Bahwa seluruh perencanaan kita tetap konsisten baik dari komitmen jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, secara konsisten, tepat waktu dan secara efektif efisien untuk menyusun seluruh mekanisme perencanaan kita di PBD,” kata dia.
Ia menekankan kegiatan bukan hanya sekedar formalitas admistrasi melainkan langkah strategis untuk mendukung pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Seluruh OPD dari berbagai dinas yang berpartisipasi kegiatan ini agar menjadi momentum penting guna menyusun perencanaan pembangunan di lembaga masing-masing. Ujar ketua panitia.
Sambutan Gubernur PBD diwakili Asisten Gubernur III Bidang Administrasi Umum PBD Atika Rafika menyampaikan dalam upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi dalam perencanaan penyusunan di Provinsi Papua Barat Daya. SOP ini adalah dokumen yang berisi langkah-langkah tertulis dan terstandarisasi untuk menjalankan proses perencanaan pembangunan di tingkat daerah.
“Ini juga bertujuan untuk memastikan efektivitas, efisiensi, dan konsistensi dalam setiap tahapan perencanaan yang dimulai dari analisis hingga penyusunan dokumen perencanaan pembangunan. FGD ini kita bisa memperoleh informasi terkait dengan hal-hal program-program yang akan kita laksanakan tahun berikutnya. Narasumber dan fasilitator akan menggali informasi Bapak dan Ibu bisa bertanya dan dokumen-dokumen kemudian menjadi interaksi aktif dalam diskusi ini. Bapak Ibu harus menjelaskan apa isi dari program-program yang ada di OPD Bapak dan Ibu sekalian,” ungkapnya.
Atika Rafika menambahkan, FGD ini kita juga akan mengidentifikasi masalah serta solusi-solusi dari hambatan-hambatan yang Bapak Ibu temui dalam hal merencanakan suatu program kegiatan.Peserta Forum Group Discussion FGD bisa menyampaikan informasi-informasi atau inovasi-inovasi yang ada di benak Bapak Ibu sekalian untuk kemajuan OPD-nya masing-masing.
“Ya kita harus mengarah semua ke situ. Masing-masing OPD berkontribusi terhadap visi-misi Bapak Gubernur.Ada standarnya, ada operasionalnya, ada prosedurnya. Bapak-Ibu simak baik dari narasumber kita sehingga apa yang disampaikan narasumber bisa menjadi bekal Bapak-Ibu untuk melaporkan kepada Ketua Dinas Masing-Masing. Berharap FGD ini seluruh peserta dapat mempunyai manfaat terhadap organisasi masing-masing,” imbuhnya.
“Saya mengucapkan terima kasih juga kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan FGD ini baik dari panitia penyelenggara maupun narasumber yang akan menyampaikan hal-hal terkait SOP ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan memotivasi kita semua untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi,” tutup pembicara.
Focus Group Discusion (FGD), mereka menghadirkan Narasumber yang kompeten diantaranya Ir. Restuardy Daud, M.Sc.. Direktur Jenderal Dirjen Bina Pembangunan Daerah Bangda Kementerian Dalam Negeri Kemendagri, Rahman, S.STP., M.Si. kepala badan perencanaan, pembangunan, riset, dan inovasi daerah di PBD.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh seluruh organisasi perangkat Daerah (OPD) PBD guna merumuskan langkah-langkah strategis di berbagai lembaga pemerintah terkait.
Laporan : Eskop Wisabla















